Sabtu, 02 Agustus 2014

(Flash Fiction)-- SAHABAT BAIKKU, REIHAN...

Pada suatu senja yang hangat, aku duduk santai di atas balai-balai belakang rumahku. Aku sedang memicingkan mata ketika seseorang datang dengan senyum yang indah seperti biasanya.

“Ray...” Sapanya sambil memperlebar lengkungan bibirnya.

Aku pun membalas senyumnya. “Hei, Reihan...”

Aku selalu senang ketika dia datang. Kehadirannya selalu membuatku merasa nyaman. Kami sudah berteman sejak kecil. Reihan itu adalah laki-laki tampan yang selalu bisa menularkan kebahagiaan padaku. Telinganya selalu bisa mendengarkan celotehku. Matanya selalu menatapku sebagai orang yang penting di dunia ini. Dan lidahnya, selalu saja bisa menguntai kata-kata yang menyejukkan hati. Pokoknya, aku sangat senang memiliki sahabat seperti Reihan. Meski di bumi ini aku hanya diperbolehkan punya satu teman, asal teman itu adalah Reihan, aku masih sangat rela. Karna dengan dia, aku bisa bercerita apapun yang kumau. Selain dia, tidak ada siapapun lagi yang kuberitahu soal problema-problema hidupku secara lengkap. Bisa dibilang, Reihan adalah tempat bersandarku. 

Sialnya, ketika sedang asyik-asyiknya mengobrol, si pengganggu datang. Aya –yang juga temanku itu– memergokiku. Dia sangat tidak suka aku berduaan dengan Reihan. Dia tidak suka aku banyak menghabiskan waktu mengobrol dengan Reihan. Makanya, aku langsung berhenti berbicara ketika Aya datang.

“Kamu ya!!” Tegurnya berang, tangannya berkacak pinggang dan raut mukanya angker.

Ah, bukan. Bukan karna cemburu. Tapi...

“Udah, dong, Ray...!” Lanjutnya. “Disini tuh nggak ada siapa-siapa... Kamu cuman sendirian...”

Aku diam.

Ya, Aya tidak bisa melihat Reihan. Sayang sekali. Memang tidak ada siapapun yang bisa melihat Reihan. Aku pun sadar, dia, hanya dapat kulihat sendirian. Dia, hanya ada di dalam pikiranku saja. Sahabat halusinasiku...


(Author: NRJ)
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar