Oleh: NRJ
Rotasi sebongkah imaginasi
Bergerak meski berhenti durasi
Menjumlahkan setiap halusinasi,
saat menyulam fiksi...
Renovasi!!
Bukan mahakarya basi!
Hanya reinkarnasi,
merevisi aksi sensasi
Meski pelik,
meski raga terbalik,
meski keberuntungan selalu menampik,
meski keputusasaan kadang mencabik,
meski kecerahan hanya lewat dan berbisik,
Sejauh bintang di angkasa...
akan tetap berusaha kutarik!
Pringsewu,
26 November 2014
Rabu, 26 November 2014
Pendongeng Basi
Oleh: NRJ
Aku kalah dalam bahasa.
Mereka mengukir kata dengan rasa.
Tapi apa gunanya lah aku berkeluh kesah.
Seperti inilah yang kubisa,
menanam point yang penting-penting saja.
Pendongeng tanpa basa-basi semestinya,
katanya...
Yah...
Tulisan memang cerminan penulisnya.
Ya sudahlah...
Pasti masih ada celah,
tinggal tunggu saja.
Aku akan selalu jalan kesana.
Takkan berhenti begitu mudahnya.
Karna kuyakin setiap jejak mempunyai makna.
Makanya,
tak maulah kubiarkan sia-sia.
Aku pasti bisa!
Meski butuh waktu lama...
Pringsewu,
24 November 2014
Aku kalah dalam bahasa.
Mereka mengukir kata dengan rasa.
Tapi apa gunanya lah aku berkeluh kesah.
Seperti inilah yang kubisa,
menanam point yang penting-penting saja.
Pendongeng tanpa basa-basi semestinya,
katanya...
Yah...
Tulisan memang cerminan penulisnya.
Ya sudahlah...
Pasti masih ada celah,
tinggal tunggu saja.
Aku akan selalu jalan kesana.
Takkan berhenti begitu mudahnya.
Karna kuyakin setiap jejak mempunyai makna.
Makanya,
tak maulah kubiarkan sia-sia.
Aku pasti bisa!
Meski butuh waktu lama...
Pringsewu,
24 November 2014
Label:
Puisi
Selasa, 25 November 2014
Jiwa yang Terluka
Hembus angin berjatuhan di kulit-kulitku
Berteriak serempak di kegelapan malam ini
Tak kusadari, bintang-bintang telah
menyapaku dari balik kabut
Tersenyum memperhatikanku dengan rasa iba
Langganan:
Postingan (Atom)