Aku bukan sastrawan penuh cinta,
yang bisa menulis dengan kata-kata indah.
Aku bukan sastrawan intelektual,
yang merasuki bukunya dengan pengetahuan super spesial.
Aku bukan sastrawan religius,
yang mampu menyisipkan makna keagamaan yang terbungkus bagus.
Aku bukan sastrawan lucu,
yang selalu membuat pembacanya tertawa tanpa jemu.
Aku hanyalah aku,
seseorang yang ingin berbicara lewat buku.
NRJ
Pringsewu,
01 Mei 2015.